Barabai, Jumat, 14 Agustus 2026 – Di tengah kondisi cuaca kering dan menurunnya ketersediaan air, warga SMPIT Al Khair Barabai mengambil langkah penuh makna. Bukan sekadar menunggu hujan turun, seluruh warga sekolah memilih bersimpuh dan bermunajat kepada Allah SWT melalui Shalat Istisqa’, memohon hujan yang membawa rahmat, keberkahan, dan keselamatan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Rangkaian diawali dengan Shalat Dhuha, dilanjutkan pembacaan Surah Al-Kahfi dan istighfar bersama. Suasana kemudian semakin khidmat saat seluruh jamaah bersiap melaksanakan Shalat Istisqa’.
Bertindak
sebagai imam, Ustazd Syaifullah Anshari, S.Pd.I, sementara khutbah
disampaikan oleh Ustazd Abiddillah dengan tema “Kembali kepada Allah,
Meneladani Rasulullah ﷺ, dan Mensyukuri Kemerdekaan.”
Ketika Langit
Belum Menurunkan Hujan, Hati Justru Diajak Kembali kepada Allah
Dalam
khutbahnya, Ustaz Abiddillah mengingatkan bahwa kekeringan bukan hanya tentang
tanah yang mulai kehilangan kelembapan atau berkurangnya persediaan air. Lebih
dari itu, kondisi tersebut menjadi pengingat bagi manusia tentang betapa besar
ketergantungannya kepada Allah SWT.
Allah SWT
berfirman:
وَجَعَلْنَا مِنَ
الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ
“Dan dari air
Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.”
(QS. Al-Anbiya’: 30)
Karena itu,
Shalat Istisqa’ menjadi momentum untuk berhenti sejenak dari kesibukan,
merendahkan hati, memperbanyak istighfar, dan kembali menyadari bahwa hujan
merupakan salah satu bentuk rahmat Allah SWT.
Pesan yang
disampaikan pun begitu kuat: jangan hanya berharap hujan turun dari langit,
tetapi hadirkan pula rahmat Allah dalam kehidupan melalui akhlak dan kebaikan.
Meneladani
Rasulullah ﷺ, Bukan Sekadar Mengingat
Momentum ini
juga menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan awal bulan Rabiul
Awal, bulan yang mengingatkan umat Islam kepada sosok Rasulullah Muhammad ﷺ.
Jamaah diajak
untuk tidak berhenti pada sekadar mengingat kelahiran Rasulullah ﷺ, tetapi
menghadirkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah ﷺ
mengajarkan umatnya untuk memperbanyak doa dan istighfar, menyayangi sesama,
menjaga kebersihan, serta tidak melakukan kerusakan di muka bumi.
Maka, memohon hujan hari ini bukan hanya tentang air yang turun dari langit, tetapi juga tentang perubahan yang tumbuh dari dalam diri.
Mensyukuri
Kemerdekaan dengan Menjaga Negeri
Dalam
khutbahnya, jamaah juga diajak untuk mensyukuri nikmat Kemerdekaan Republik
Indonesia.
Kemerdekaan
memberikan ruang bagi masyarakat untuk beribadah dengan aman, belajar,
berkumpul, dan menjalankan kehidupan dengan penuh kebebasan serta tanggung
jawab.
Namun, rasa
syukur tidak cukup hanya diucapkan. Kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui
kepedulian terhadap lingkungan dan negeri.
Allah SWT
berfirman:
وَلَا تُفْسِدُوا
فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
“Dan
janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya.”
(QS. Al-A’raf: 56)
Pesan ini
menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah untuk menjaga lingkungan, tidak
membakar hutan dan lahan secara sembarangan, tidak membuang sampah sembarangan,
menggunakan air dengan bijak, serta menanam dan merawat pepohonan.
Dari
Kekeringan Menuju Kesadaran
Shalat Istisqa’
di SMPIT Al Khair Barabai menjadi lebih dari sekadar sebuah rangkaian ibadah.
Ia menjadi ruang untuk berhenti, merenung, bersyukur, dan memperbaiki diri.
Kekeringan
mengajarkan manusia untuk kembali kepada Allah.
Istisqa’
mengajarkan untuk memperbanyak doa dan istighfar.
Rabiul Awal
mengingatkan untuk mencintai dan meneladani Rasulullah ﷺ.
Kemerdekaan
mengajarkan untuk bersyukur, menjaga persatuan, dan merawat negeri.
Di penghujung
kegiatan, seluruh jamaah memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan
yang bermanfaat dan penuh keberkahan, mengakhiri kekeringan, membersihkan
udara dari kabut asap, menyuburkan bumi, serta memberikan keselamatan bagi
seluruh masyarakat.
اللَّهُمَّ أَغِثْنَا،
اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا
Ya Allah,
turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya
Allah, turunkanlah hujan kepada kami.
Semoga ikhtiar
dan doa yang dipanjatkan hari ini menjadi jalan turunnya rahmat Allah SWT
sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar SMPIT Al Khair Barabai
bahwa ketika langit sedang kering, jangan biarkan hati ikut kering dari doa,
syukur, dan kepedulian.

Posting Komentar