KLIK UNTUK DAFTAR SPMB

Bumi Menanti Hujan, SDIT Al Khair Memohon Rahmat Allah


Barabai, Jumat, 14 Agustus 2026 — Saat tanah mulai kering dan hujan belum kunjung menyapa, keluarga besar SDIT Al Khair Barabai memilih satu langkah: bersimpuh kepada Allah SWT.

Bukan dengan keluhan, tetapi dengan doa, istighfar, dan Sholat Istisqa.

Seluruh warga SDIT Al Khair berkumpul di lapangan sekolah untuk melaksanakan Sholat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan yang membawa rahmat dan keberkahan. Suasana khidmat menyelimuti kegiatan yang diikuti oleh seluruh warga sekolah.

Namun, Sholat Istisqa hari itu bukan sekadar tentang memohon air dari langit.

Di balik doa meminta hujan, ada ajakan untuk membasahi hati dengan taubat.
Di balik tanah yang kering, ada pengingat agar iman tidak ikut mengering.
Dan di balik penantian hujan, ada harapan agar rahmat Allah segera turun.

Ketika Langit Kering, Hati Justru Diajak Kembali

Sholat Istisqa dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026 M, bertepatan dengan 1 Rabiul Awwal 1448 H.


Bertindak sebagai imam, Ustaz Wahyudi Nor Rahman, sedangkan khatib, Ustaz Amirollah.

Dalam khutbahnya, Ustaz Amirollah mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak taubat, istighfar, dan introspeksi diri.

Ia mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan kesalahan. Karena itu, tidak ada alasan untuk merasa diri lebih baik daripada orang lain.

“Kita semua memiliki kekurangan dan kesalahan. Mari terus memperbaiki diri, memohon ampun kepada Allah, dan memperbanyak amal kebaikan,” pesannya.

Kondisi kekeringan pun diajak untuk tidak hanya dipandang sebagai persoalan alam. Lebih dari itu, keadaan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Anak-Anak Belajar: Hujan adalah Nikmat

Bagi peserta didik SDIT Al Khair, momentum ini menjadi pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas.

Mereka belajar bahwa air adalah nikmat besar dari Allah SWT. Ketika hujan turun, manusia sering kali menerimanya sebagai sesuatu yang biasa. Namun ketika hujan tak kunjung datang, barulah manusia menyadari betapa berharganya setiap tetes air.

Karena itu, doa meminta hujan juga harus diiringi dengan perubahan perilaku.

Hemat air.
Jaga kebersihan.
Rawat lingkungan.
Jangan merusak bumi.

Sebab mensyukuri nikmat Allah bukan hanya dengan ucapan, tetapi juga dengan menjaga apa yang telah Allah amanahkan.

Dari Lapangan Sekolah, Doa Dipanjatkan

Kepala SDIT Al Khair, Siti Aisyah, berharap Sholat Istisqa menjadi ikhtiar bersama seluruh warga sekolah untuk memohon pertolongan Allah SWT.

“Semoga dengan dilaksanakannya Sholat Istisqa ini, Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi kita semua,” harapnya.

Harapan itu kemudian menyatu dalam doa seluruh jamaah.

Memohon hujan yang bermanfaat.
Memohon keberkahan bagi bumi.
Memohon keselamatan bagi masyarakat.
Dan memohon agar Allah SWT senantiasa memberikan rahmat-Nya.

Menunggu Hujan, Menumbuhkan Harapan

Sholat Istisqa di SDIT Al Khair menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan. Ada hal-hal yang tidak dapat dikendalikan dengan kekuatan manusia semata.

Ketika langit belum menurunkan hujan, manusia menengadahkan tangan.
Ketika bumi mulai kering, manusia kembali mengingat Sang Pemberi kehidupan.
Ketika harapan terasa jauh, doa justru semakin dikuatkan.

Semoga Allah SWT mengabulkan doa seluruh keluarga besar SDIT Al Khair, menurunkan hujan yang bermanfaat dan penuh keberkahan, menyuburkan bumi, mengakhiri kekeringan, serta memberikan keselamatan dan kebaikan bagi seluruh masyarakat.

Karena hujan bukan sekadar air yang jatuh dari langit.
Ia adalah rahmat yang dinanti, nikmat yang disyukuri, dan pengingat bahwa manusia akan selalu membutuhkan Allah SWT.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

 

 

Kirim Komentar

Lebih baru Lebih lama