Barabai, 13 Juli 2026 – Suasana penuh keceriaan, tawa, dan senyum
menghiasi hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah
(MPLS Ramah) PAUD Islam Terpadu Al Khair Barabai Tahun Ajaran
2026/2027. Mengusung semangat "Datang dengan Senyuman, Belajar
dengan Gembira, Pulang Membawa Cerita", kegiatan ini dirancang untuk
memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik baru
sekaligus membangun kedekatan antara anak, orang tua, dan sekolah. Pada tahun
ajaran ini, 252 peserta didik baru mengikuti rangkaian MPLS
Ramah dengan penuh antusias. Sejak pagi hari, halaman sekolah dipenuhi
wajah-wajah ceria Ananda yang datang didampingi orang tua, menciptakan suasana
hangat sebagai awal perjalanan pendidikan mereka di PAUDIT Al Khair Barabai.
Kegiatan diawali dengan proses registrasi dan pembagian ID Card peserta didik. Selanjutnya, seluruh peserta didik bersama orang tua berkumpul di halaman sekolah sesuai kelompok kelas masing-masing. Acara dibuka dengan ikrar bersama, doa pembuka, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penanaman karakter, cinta tanah air, dan semangat kebersamaan sejak usia dini.
Suasana semakin hidup ketika Ustazah
Miftahul Jannah, selaku Pengelola Perpustakaan PAUDIT Al Khair Barabai,
menyampaikan dongeng yang menarik dan sarat nilai edukatif. Melalui cerita yang
disampaikan dengan ekspresif, anak-anak diajak belajar tentang keberanian,
kebaikan, serta pentingnya saling menghargai. Keceriaan berlanjut dengan Senam
7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan berbagai permainan ice breaking
yang membuat peserta didik semakin berani, aktif, dan percaya diri untuk
berinteraksi dengan guru maupun teman-teman barunya.
Memasuki acara inti, Kepala PAUD
Islam Terpadu Al Khair Barabai menyampaikan sambutan sekaligus mengajak seluruh
orang tua untuk menjalin kolaborasi yang erat dengan sekolah dalam mendampingi
tumbuh kembang Ananda. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak
hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga memerlukan sinergi yang kuat antara
keluarga dan pendidik.
Sebagai simbol dimulainya perjalanan belajar, dilakukan pengalungan tanda peserta didik baru yang diiringi lagu Hari Pertama ke Sekolah. Momen tersebut berlangsung penuh haru dan kebahagiaan, bahkan tak sedikit orang tua yang mengabadikan detik-detik berharga ketika putra-putri mereka resmi menjadi bagian dari keluarga besar PAUDIT Al Khair Barabai. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perkenalan seluruh guru dan tenaga kependidikan, serta sesi foto bersama setiap kelas sebelum anak-anak memasuki ruang belajar masing-masing.
Dalam sambutannya, Kepala PAUD
Islam Terpadu Al Khair Barabai menegaskan bahwa MPLS Ramah merupakan langkah
awal untuk menghadirkan pengalaman belajar yang positif bagi setiap anak.
"MPLS Ramah bukan sekadar
pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi langkah awal membangun rasa aman,
nyaman, dan bahagia bagi setiap anak. Kami ingin setiap Ananda datang dengan
senyum, belajar dengan penuh kegembiraan, dan pulang membawa pengalaman yang
menyenangkan. Semoga hari pertama ini menjadi awal lahirnya generasi yang
berakhlak mulia, mandiri, percaya diri, dan mencintai proses belajar."
Kesan positif juga dirasakan oleh para orang tua peserta didik. Pada awalnya, sebagian orang tua mengaku merasa cemas karena Ananda belum pernah ditinggal belajar di sekolah. Namun, kekhawatiran tersebut perlahan berubah menjadi rasa tenang setelah melihat sambutan hangat serta pendampingan penuh kasih dari para guru selama kegiatan berlangsung.
"Awalnya kami khawatir karena
ini pengalaman pertama Ananda bersekolah dan ditinggal orang tua. Tapi setelah
melihat guru-gurunya menyambut dengan ramah, sabar, dan penuh perhatian, kami
jadi merasa lebih tenang. Alhamdulillah, ternyata Ananda bisa mengikuti
kegiatan dengan baik. Bahkan sepulang sekolah tadi, Ananda bercerita ingin
kembali lagi besok. Kami bersyukur telah mempercayakan pendidikan Ananda di
PAUDIT Al Khair Barabai," ungkap salah seorang wali peserta didik.
Di dalam kelas, peserta didik
mengikuti berbagai permainan yang disesuaikan dengan usia dan tahap
perkembangannya. Kelompok KBIT 1 mengikuti kegiatan meniti untuk melatih
keseimbangan tubuh, KBIT 2 bermain terowongan guna mengembangkan
keberanian dan koordinasi gerak, sedangkan kelompok TKA dan TKB
mengikuti permainan motorik di halaman sekolah yang dirancang untuk menumbuhkan
kerja sama, keberanian, dan kemampuan sosial. Seluruh aktivitas dikemas melalui
pendekatan belajar sambil bermain sehingga anak-anak dapat menikmati setiap
proses tanpa merasa terbebani.
Menjelang akhir kegiatan, seluruh peserta didik menikmati makan bekal bersama yang dilanjutkan dengan doa penutup. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat untuk mengikuti rangkaian MPLS Ramah pada hari-hari berikutnya, setiap peserta didik menerima hadiah berupa clay. Kehadiran badut yang menghibur sepanjang kegiatan juga semakin menambah keceriaan, menghadirkan tawa lepas, serta menciptakan pengalaman pertama yang tak terlupakan bagi anak-anak.
Melalui pendekatan yang benar-benar
ramah anak, seluruh rangkaian MPLS Ramah PAUDIT Al Khair Barabai dilaksanakan
tanpa unsur tekanan, perundungan, maupun perpeloncoan. Setiap kegiatan
dirancang untuk menumbuhkan rasa aman, nyaman, percaya diri, serta kecintaan
anak terhadap sekolah sejak hari pertama. Dengan dukungan penuh dari orang tua
dan seluruh tenaga pendidik, PAUD Islam Terpadu Al Khair Barabai terus
berkomitmen menghadirkan lingkungan belajar yang Islami, inklusif, aman,
menyenangkan, dan berkualitas sebagai fondasi dalam mencetak generasi yang berakhlak
mulia, cerdas, mandiri, kreatif, serta siap menghadapi masa depan.

Posting Komentar