Barabai – Membentuk anak yang cerdas saja tidaklah cukup. Mereka juga perlu tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, peduli terhadap sesama, serta memiliki hati yang gemar berbagi. Nilai-nilai inilah yang terus ditanamkan oleh PAUDIT Al Khair Barabai melalui program rutin Infaq Jumat, sebuah pembiasaan sederhana yang memiliki dampak besar dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
Setiap hari Jumat, suasana sekolah
dipenuhi wajah-wajah ceria para peserta didik yang datang membawa sebagian
rezekinya untuk diinfakkan. Dengan langkah kecil dan tangan mungil mereka,
anak-anak memasukkan infak ke dalam kotak yang telah disiapkan. Bukan besar
kecilnya nominal yang menjadi tujuan utama, melainkan proses menanamkan
keikhlasan, rasa syukur, dan kebiasaan berbagi yang mulai tumbuh di dalam hati
mereka.
Program Infaq Jumat menjadi
salah satu bentuk pendidikan karakter yang diterapkan melalui pengalaman nyata.
Anak-anak belajar bahwa setiap rezeki yang Allah SWT titipkan bukan hanya untuk
dinikmati sendiri, tetapi juga dapat menjadi jalan kebaikan dan kebahagiaan
bagi orang lain. Sejak dini, mereka dikenalkan bahwa membantu sesama merupakan
bagian dari akhlak seorang muslim yang perlu dibiasakan dalam kehidupan
sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, anak-anak
belajar banyak nilai positif, seperti menyisihkan sebagian rezeki yang
dimiliki, melatih keikhlasan, menumbuhkan rasa empati, serta membangun rasa
syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Pembiasaan yang dilakukan secara
konsisten diharapkan mampu membentuk karakter baik yang akan terus melekat
hingga mereka dewasa.
Sinergi Sekolah dan Orang Tua
Menumbuhkan Karakter Peduli
Keberhasilan pendidikan karakter tentu tidak lepas dari sinergi antara sekolah dan keluarga. Dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam menyukseskan program Infaq Jumat di PAUDIT Al Khair Barabai.
Setiap pekan, orang tua turut
mendampingi anak menyiapkan infak dari rumah sambil memberikan pemahaman
sederhana tentang makna berbagi. Momen kecil ini menjadi kesempatan berharga
bagi keluarga untuk menanamkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan rasa syukur.
Ketika sekolah dan keluarga
berjalan bersama, anak tidak hanya memahami pentingnya berinfak melalui
pembelajaran di sekolah, tetapi juga melihat langsung teladan kebaikan dari
lingkungan terdekatnya. Dengan demikian, Infaq Jumat bukan hanya menjadi kegiatan
rutin, tetapi menjadi budaya positif yang terus tumbuh dalam kehidupan anak.
Pesan Kepala PAUDIT Al Khair
Barabai
Kepala PAUDIT Al Khair Barabai,
Ustadz Muhammad Ramlan, S.T., S.Pd., menyampaikan bahwa pembentukan
karakter anak harus dimulai melalui pembiasaan sederhana yang dilakukan secara
konsisten.
"Anak-anak usia dini belajar
melalui pembiasaan dan keteladanan. Melalui program Infaq Jumat ini, kami ingin
mengenalkan kepada anak-anak bahwa berbagi adalah bentuk rasa syukur kepada
Allah SWT dan wujud kepedulian kepada sesama. Walaupun dilakukan dengan cara
sederhana, kebiasaan kecil ini insyaAllah akan menjadi bekal besar dalam
membentuk pribadi anak yang berakhlak mulia," ungkap beliau.
Beliau juga menegaskan bahwa
pendidikan karakter membutuhkan kolaborasi antara sekolah dan orang tua.
Menanam Kebaikan untuk Masa Depan
Allah SWT berfirman:
"Perumpamaan orang yang
menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan
tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan
pahala bagi siapa yang Dia kehendaki."
(QS. Al-Baqarah: 261)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
"Sedekah tidak akan mengurangi
harta."
(HR. Muslim)
Melalui program Infaq Jumat, PAUDIT Al Khair Barabai berharap setiap anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat, kepedulian sosial, dan kebiasaan menebarkan manfaat.
Karena pendidikan terbaik bukan hanya mengajarkan anak untuk menjadi pintar, tetapi juga membimbing mereka menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, peduli, dan bermanfaat bagi sesama.
Dari tangan-tangan kecil yang
belajar berbagi hari ini, semoga lahir generasi masa depan yang memiliki hati
dermawan, rendah hati, serta mampu menghadirkan kebaikan dan keberkahan bagi
keluarga, masyarakat, agama, bangsa, dan negara.
PAUDIT Al Khair Barabai meyakini
bahwa karakter mulia tidak terbentuk dalam sekejap. Ia tumbuh melalui
pembiasaan, keteladanan, dan kolaborasi. Melalui Infaq Jumat, bersama orang tua
dan sekolah menanam benih kepedulian hari ini untuk memanen generasi berakhlak
mulia di masa depan.


Posting Komentar